Munafik

The Conjuring dengan rasa melayu.

Film horor Malaysia ini memiliki semua syarat yang diperlukan oleh film horor.

  • Hal mengagetkan   √
  • Musik JENGJENG    
  • Keremangan            
  • Pemuka agama        
  • Kuburan                     
  • Kerasukan                  √
  • Setan                            √

Namun, semuanya itu menjadi tak berarti ketika editing, cerita, dan porsi tiap syarat disajikan dengan berantakan. Kekurangan yang paling signifikan adalah editing film ini. Semuanya dibuat cepat, penonton belum ngeh ada apaan udah ke scene berikutnya. Saking cepetnya sampe kemunculan si setannya jadi ga bikin takut dan jadi keilangan kerennya, yang ada kaget doang gegara suara musiknya.

ah iya soal musiknya….tidak ada kesunyian di film ini. karena seperti pasangan yang posesif, selalau ada sepanjang film. dan apapun adegannya, musiknya selalu JANGG JEEENGGG JAAAAANG JEEEEENG. jadi ya mbah tinggal nunggu aja musiknya naek, ntar juga keluar nih setannya. JENGGG… dan jujur aja ini musiknya bikin lelah yang nonton. bahkan lagi minum teh bisa aja ada bunyi JENG JEEEEEENG

Lalu, mbah tau ini film horor. iya tau kok. tapi bukan berarti semua rumah dalam keadaan mati lampu atau lagi irit listrik…. semuanya gelaaaaap. ga hanya di rumah yang gelap, tapi juga tempat-tempat lain. Remang-remang semua. boleh loh itu lagi ketakutan nyalain lampu. sampe-sampe bikin bingung timeline cerita, ini tadi malem apa siang sih? loh kok malem? loh tadi siang.

dan setannya…. mungkin setannya ini mantan public speaker sebuah perusahaan, karena dia dengan senang hati menjelaskan semua tujuan dia muncul atau menakuti seseorang. “saya akan menghancurkan manusia karena…..” baik sekali dia memberikan informasi ini. tapi ada satu adegan yang keren sih. di rumah sakit. cuma ya karena lagi-lagi editing terburu-buru jadi hilang banyak kekerenannya. dan lagi-lagi pencahayaan serta musiknya lebay di bagian ini. padahal udah keren.

ide ceritanya asik, sayang eksekusinya aja yang “kurang”. intinya sih dari fim ini adalah Ayo Move On… yang seru malah dengerin komennya ibu-ibu yang duduk di belakang mbah, suka tetiba meneriakan takbir gitu.

untuk bahasa melayu dan banyaknya bacaan ayat suci sih ga masalah. sama aja kayak nonton film thailand atau jepang kan. pas bacaan ayat kursi mbah malah reflek ikutin bacaannya. ternyata masih hapal.

sebenernya seperti nonton film horor indonesia jadul sih jadinya. bukannya mbah sok nasionalis ya, tapi dibanding Jelangkung atau Pocong 2, ya masih jauh sih.

Sekali lagi maafkan mbah udah merekomendasiin nonton ini di bioskop. mbah kemaren nonton dengan tiket 70 rebu pula.

yang mau nonton, masih ada film ini di Blitz dan Cinemaxx, tapi cek dulu di websitenya, karena ga semua cabang ada.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s