CaDo CaDo: Catatan Dodol Calon Dokter

Jangan lupa apa tujuan awalmu melakukan sesuatu.

Satu lagi film yang diangkat dari buku. Buku yang berjudul sama dan dah terbit sampe….tiga atau empat buku, karangan dan kisah dari Dr. Ferdiriva Hamzah sendiri. Dan kali ini yang ceritanya tentang dokter-dokter muda yang masih koass, atau mudahnya tentang anak magang gitu lah di rumah sakit. Dokter muda yang masih semangat dan kadang masih gugup sama pasien yang harus ditangani

ctqtdwdueaaf72p

Jujur aja pertama mbah skeptis sascreen-shot-2016-10-25-at-11-54-30-amma film ini, karena temanya kedokteran yang mbah ga ngerti, dan kirain bakal film yang serius tentang susahnya jadi dokter, dan juga mengira bakal banyak kebodohan kayak di sinetron kalo lagi ada orang sakit (misal: sakit jantung tapi kepalanya diperban)

Dan ternyata mbah lagi-lagi salah (sesalah merekomendasiin nonton Munafik). Ceritanya asik, tema dan bahasa kedokteran yang disangka bakal bikin pusing malah bisa dimunculkan dengan sederhana dan mudah dimengerti. Begitu juga jokenya, ada di saat tepat, ada beberapa yang lebay, tapi untungnya ga terlalu lama dan cepet diganti dengan topik baru.

cvfdagtueaaxpsyDetil, iya film ini sungguh detil. Apalagi pas adegan pembedahan, di sini terlihat kayak badan beneran yang dijahit ataupun dibedah. Walau masih belum sadis penuh darah ya, tapi udah keren banget itu. Di film ini ada tokoh yang takut ngeliat darah, jadi visualnya pun ada darah, tapi dengan pintar darahnya ga dibuat lebay tapi pas. … btw, itu kalo tiap liat darah pingsan, pas malam pertama gimana ya?

Alur cerita juga jelas mau kemana, ngga cuma sekedar sketsa-sketsa ga jelas. Ada yang di tuju di film ini. Bisa dibilang film ini memakai pola cerita romcom. Ada tawa, ada sedih, ada titik balik, ada pertengkaran, dan tentu ada senyum TIKA BRAVANI!

ct0fbfhvyaaxks2

MARI KITA BAHAS TIKA BRAVANI SECARA KHEUSEUS. Di setiap film, pasti ada satu titik fokus bagi setiap penonton, titik fokus yang membuat penonton melihat titik itu walaupun bukan tokoh utama sekalipun. Kadang titif fokus itu bahkan sebuah benda, misal Wilson di Cast Away. Nah, di CaDo CaDo ini titik fokus mbah adalah…. Tika Bravani!

Ada satu scene yang cukup “ga jelas” buat mbah, agak sedikit ganggu. Tapi abis itu mbah ya lupa gegara aktingnya Tika Bravani. Satu petunjuk kecil, adegan di toilet, si Tika sungguh menggemaskan. Pengen acak-acak poninya trus petik dagunyaaaaaaaa.

Karakter yang diperankan Tika semacam Hermione Granger di buku Harry Potter, kutu buku, rambut ngembang ga bisa diatur, dan kompetitif. Dan tentu saja, dia berhasil mencuri perhatian mbah. Aktingnya, dialognya, jokenya, celetukannya, semua terlihat wajar. Menciptakan chemistry yang asik antara dia dan pemeran lainnya. Kalo di lapangan basket istilahnya si Tika Bravani ini adalah Floor General, kalo di sepak bola dia itu semacam si Phillip Lahm deh. Terlihat setiap yang dia lakukan menimbulkan sesuatu yang magical…….. padahal dia ponian.

Karakter lainnya punya ciri masing-masing dan ciri itu tetep ada sampai akhir film. Konsisten dan geblek tentu saja. Perhatikan karakter yang sering berbahasa inggris…..

cva61awxgaa5fkt

Film ini juga banyak pemain film orba! hahahaha semacam nostalgia gitu. Mbah ga ngenalin Ikke Nurjanah dan Toro Margens, tapi ngenalin anggotanya Club 80’s dan Donna Harun. Dan secara mengejutkan, tidak ada komika yang main di film ini. tumben banget kan film romcom ga ada komikanya. suatu langkah yang berani.

Jadi layak nonton ga film ini? Mbah kasih jawaban… layak.  Dan bikin inget sekali lagi……ketika kamu terpuruk dan merasa gagal ketika melakukan sesuatu, Jangan lupa apa tujuan awalmu melakukan sesuatu.

Advertisements

8 Comments Add yours

  1. Hamba Allah says:

    Tika Bravani ponian kayak mbak yang duduk di samping mbah pas nonton ya mbah? hehe

    Like

  2. Doni says:

    Cie mbah ceweknya ponian juga, pantes gemes sama tika bravani

    Like

  3. West says:

    Tika bravani klo diliat2 mirip dimas aditya ya mbah

    Like

  4. Ari says:

    Pas malam pertama udah gak berdarah mbah..

    Like

  5. Uyink says:

    Dodolnya kurang ah mbak..ini mah catetan serius

    Like

  6. dr.ganteng says:

    Adegan dokternya banyak yg salah ketika nanganin pasien..
    Menurut saya koas ga sebodoh di film ini…
    Karakter terlalu lebay..
    Banyak komedi yg aneh dan g jelas..dan lagi lagi terlalu dibuat buat..
    Terus terlalu nonjolin kisah cinta cintaanya dari pada kehidupan koasnya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s