Fantastic Beasts and Where to Find Them

Hewan-hewan dan awal dari sebuah legenda.

fantastic-beasts-and-where-to-find-them1.png

Dari buku tipis bisa jadi film panjang. Memang pintar orang sana dalam menciptakan karya untuk menghasilkan uang.

Kesimpulan langsung aja ya, Mbah suka film ini. Walau masih bingung kenapa banyak yang ga suka di luar sana. Memang ada scene yang agak dragging seolah untuk memenuhi standar durasi (apapun bagian yang ada Tina di sana, karena gerakan dia lambat sekali). Atau yang ga suka itu karena ngarepin filmnya seperti film Harry Potter kali ya. Maunya berisi banyak petualangan sihir dan nyari benda bertuah.

Kalo dibandingin dengan film Harry Potter yang terlihat padat dan lompat-lompat karena tuntutan ngikutin novelnya, maka Fantastic Beasts ini lebih dinamis. Karena Buku tipisnya itu emang cuma latar belakang aja. Cerita besarnya adalah kehidupan penyihir di masa pergolakan jauh sebelum Lord tanpa hidung Voldemort. dan  film ini bebas berkreasi dengan cerita yang belum terpatri di penonton yang baca novelnya. BEBAS! Walau ada benang merah yang diambil dari Pottermore ya.

kalo dulu tokoh utamanya si Harry yang nanya mulu kayak pembantu baru, sekarang si Newt yang canggung, pintar (ga pernah nanya kayak Harry), dan penyayang binatang. PUNYA BANYAK BINATANG! dan keliatan sayang banget. Ini kali ya yang bikin mbah suka film ini dibanding film Harry Potter. Buat yang baca bukunya pasti matanya jelalatan pas liat hewan-hewan ini. “loh ini kan hewan otu… yang itu kan makhluk anu”

Yes, hewan-hewannya cukup banyak keluar di sini. Gemes semua, mbah sih maunya punya Niffler. Lebih lucu daripada melihara tuyul. Dan pendapatannya bisa lebih banyak pula.

Screen Shot 2016-11-17 at 5.28.17 PM.png

Karakter-karakter tokohnya juga asik dan manis, kecuali Tina. Jacob yang bikin film menghibur dengan keramahannya, Queenie yang menggemaskan, Newt yang sungguh Hufflepuff. Dan hubungan kisah kasih om Colin dan satu brondongnya di gang-gang sempit new york. Si brondong dikasih perhiasan pula….. sungguh om Colin ini memang gadun. Colin Farrel di sini “bersih” dan rapih, enak diliat ga kayak di Daredevil tau film dia yg lain. Lalu ada presiden Macusa sungguh waduh sekali bentukannya

Kesalahan film ini mungkin adalah membuka awalan cerita dengan lambat. Jika kalian nontonnya pertunjukan paling malam, mungkin 10 menit pertama bisa ketiduran, gegara bosan liat Tina. Setelah 10 menit, cerita menjadi lancar dan bikin penasaran.

So.. buat yang suka buku Harry Potter, kalian akan suka film ini. Jika kalian sukanya film Harry Potter, mungkin kalian kurang suka film ini. Jika kalian suka dua-duanya, kalian berarti JK Rowling’s Army, yang pasti bakal suka film ini.

BTW, tokoh Jacob itu mirip mbah deh nasib percintaannya. Dan bikin nitik air mata ngeliatnya.

Ga ada extra scene setelah credit tittle. Silahkan langsung pulang. Pengen nonton lagi deh di IMAX.

Advertisements

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s