The Professionals

Rahang Tegas Arifin Putra, Dada Bidang Richard Kyle, dan Melayu Nicole yang Cantik Bukan Main



“Ini iklan shampoo atau sabun cuci muka?” tanya teman Eyang yang jahat, waktu pertama melihat poster The Professionals.

Mendengarnya Eyang cuma tersenyum dalam hati, mencoba memahami yang teman Eyang pikirkan. Eyang amati lagi poster yang menampilkan rahang tegas Arifin Putra dan mata giting Fahri Albar itu. Eyang membatin dalam hati, “Kalau Eyang seganteng mereka berdua, mungkin urusannya bakalan beda deh..”

Eh tapi iya juga sih.. 

Poster The Professionals memang mirip iklan sabun cuci muka.

Atau iklan shampoo, kalau kata teman Eyang yang lebih jahat lagi. 

Cukup. Sekarang mari kita mulai reviewnya..

Sebuah insiden dan pengkhianatan membuat Abi (Fachri Albar) masuk penjara. Kehilangan semua yang dimilikinya mulai dari harta, perusahaan, sampai keluarga, Abi berniat langung membalas dendam sekeluarnya dari penjara.

Abi lantas membentuk team kecil yang disebutnya The Professionals. Sekelompok orang dengan berbagai keahlian, dan diharapkannya bisa setangguh Impossible Mission Force (IMF) -nya Ethan Hunt dkk. Terdiri dari Cokro (Lukman Sardi) sang mekanik, Ferry (Cornelio Sunny) sebagai peretas komputer, Sophie (Melayu Nicole) yang bertugas menjadi femme fatale, dan Jo (Richard Kyle) yang kebagian urusan mengandalkan otot, The Professionals bergerak bersama untuk satu misi: mencuri dongle yang menjadi akses bisnis Reza (Arifin Putra).  

The Professionals memang hanya bercerita tentang itu. Sekelompok orang dengan keahlian berbeda yang bergabung untuk satu misi. Ada juga yang menyebutnya ‘heist movies’. Film action yang konsepnya sama dengan Mission: Impossible, Ocean’s Trilogy, The Italian Job, Gangster Squad, dan sejenisnya. Konsep yang memang sudah menjadi salah satu kesukaan Eyang dari dulu.

Elemen-elemen dalam The Professionals pun kurang lebih sama. Ada recruiting scene, berantem bak buk bak buk, penyamaran, penyusupan, cewek penggoda, ngehack sistem komputer, kejar-kejaran mobil, tembak-tembakan, dan seterusnya.

Hanya action. Tanpa banyak drama. Laki banget. Kayak Eyang dan Mbah. Opung dan Ngkoh ga gitu.

Cuma balas dendam. Lo jual gue beli. Lo usik gue bantai 

Maafkan artikulasi kumur-kumur Fachri Albar, Richard Kyle, dan Cornelio Sunny. Asli. Mereka ngomong apaan Eyang nggak paham.

“Suhshghspwyhttjm?’ tanya Richard Kyle.

“Acbsbgwyjk,.. myjkqqll..” jawab Fachri Albar

“Khjkshwqq! Swiqjahayjl..” sambung Cornelio Sunny

“Tenang! Tenang!” tutup Lukman Sardi. 

Itulah. Team The Professionals beruntung punya Lukman Sardi. Satu-satunya yang bisa ngomong dengan artikulasi jelas di film ini. (Sembah om Lukman Sardi)

Tapi percayalah. Soal artikulasi nggak membuat The Professionals jadi buruk.

Karena ini film action, drama dan cerita jelas urusan nomor dua. Masih bisa diikuti kok.


Btw, pesona Melayu Nicole disetel maksimal dan luar biasa cantik di sini. Jangankan informasi, cinta dan harga diri saja akan Eyang serahkan kalau kena rayuan cewek secakep dia.

“Ih apaan sih? Genit ah!”

  *ini yang ngomong teman nonton Eyang*

  *sambil pukul-pukul paha Eyang*

  *untung dia ini lucunya 11-12 sama Melayu Nicole lah*

Keberanian The Professionals mencoba genre action sangat patut diapresiasi. Scene Jo menyusup ke ruang kerja Reza, Cokro yang selalu bekerja dengan headphone terpasang dan memutar musik opera, gaya slengean Ferry saat mengacak-acak game center dan sistem komputer lawan, Reza yang marah-marah sambil teriak-teriak aja tetep ganteng, semuanya menarik. 


Buat cewek-cewek, jangan lupakan bonus Richard Kyle topless di pantai dan pamer dada bidang plus lengan kekar. Daniel Craig di Casino Royale pun mungkin bisa minder ngeliat dia. 


“Ih apaan lagi sih? Kamu kok jadi suka perhatiin cowok?”

  *ini yang ngomong kembali teman nonton Eyang*

  *sambil pukul-pukul paha Eyang lagi*

The Professionals dibuka dengan title sequence yang sangat James Bond-ish. Lengkap dengan siluet perempuan-perempuan dan fighting scene yang meyakinkan. Abi vs Reza yang sangat The Dark Knight.

Kalau ada pertanyaan, “Perlu ditonton nggak?” Eyang akan menjawab dengan yakin, “Perlu!”

“Melayu Nicole sama aku cantikan mana?” tanya temen nonton Eyang sepulang nonton.

Eyang nggak bisa menjawab. Cuma memandangi senyumnya yang malam itu sedang sama cantiknya dengan langit Jakarta.

 

***

 

Advertisements

7 Comments Add yours

  1. Oke, nggak jadi nonton filmnya. Review-nya lebih nikmat. Hahaha.

    Liked by 1 person

    1. cenayangfilm says:

      Melayu cantik parah

      Like

  2. mascukkk says:

    iya bener temennnya eyang emang cantik..

    Like

  3. Itu yg mukul2 paha maunya apa, eyang?

    Like

    1. N Firmansyah says:

      Mau buru2 dinikahin.

      Like

  4. Yudi says:

    Kalo mbah cen yg kasih komen, kayanya ga akan semenarik ini. Karena ga akan ada yg mukul mukulin paha mbah cen ps nonton 😄😄😄

    Like

    1. cenayangfilm says:

      MBAH MUKUL-MUKULIN PAHA SENDIRI

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s