Cek Toko Sebelah

“Setiap manusia mesti punya cita-cita.
Kalau nggak punya, ya namanya bukan manusia.
Karena cita-citalah yang membuat kita tetap hidup.”

Itu tadi kata temen lama Eyang, bukan kata film ini.

Semalam, Eyang menonton Cek Toko Sebelah tanpa ekspektasi apapun. Alasan Eyang menonton pun sederhana. Posternya cakep, trailernya oke, soundtracknya manis, dan sutradaranya flooding timeline mulu.

Eh iya satu lagi, ceritanya dekat dengan kejadian sehari-hari. Nggak perlu membelah bulan di benua sana, menghitung cahaya di langit sini, atau mengucap salam ke kota ini itu. Cek Toko Sebelah menggunakan apa yang ada, dan mengajak kita melihat lebih dalam ke hal-hal sederhana itu.

screen-shot-2016-12-29-at-11-32-13-am

Sinopsis Cek Toko Sebelah kurang lebih gini:
Berada di masa jaya karirnya, Erwin (Ernest Prakasa) harus mengambil keputusan sulit: mengambil tawaran bekerja di luar negeri, atau meneruskan usaha toko kelontong milik keluarganya. Masalah mulai rumit saat Yohan (Dion Wiyoko) dan istrinya Ayu (Adinia Wirasti yang cantik, kayaknya cocok kalo sama Mbah Cenayang) merasa lebih berhak atas toko yang masih dipimpin Koh Afuk (Chew Kin Wah) itu. Nggak cukup sampai di situ, toko milik Koh Afuk ternyata juga diincar oleh seorang pengusaha (yang main Tora Sudiro, maap Eyang lupa nama karakternya) dan asistennya yang bikin nggak fokus (ini juga Eyang lupa nama karakternya, dan males googling siapa pemerannya).

screen-shot-2016-12-29-at-11-32-56-am(Ernest yang kiri, bukan yang kanan)

Cek Toko Sebelah ditulis, disutradarai, dan diperankan oleh Ernest Prakasa. Standup comedian yang.. nggak perlu Eyang ceritain lagi deh. Keterlaluan kalau kalian nggak kenal, apalagi nggak tau sama Ernest.

Komedi adalah soal selera. Dan itu susah didebatin lagi. Komedi yang nggak lucu jauh lebih menyebalkan daripada horor yang nggak serem.

Beruntung Cek Toko Sebelah nggak jadi tontonan yang seperti itu.
Karakter-karakter dalam Cek Toko Sebelah bertutur dan bercerita dengan lancar. Komedi pas, cerita menarik diikutin.

screen-shot-2016-12-29-at-11-31-24-am

Yohan, lepas dari hidupnya yang berantakan, toh tetap lelaki bertanggungjawab dan bisa bersikap. Baik itu sebagai anak, suami, atau sebagai kakak.

Di film ini Eyang juga bisa ikut ngerasain alangkah sayangnya Koh Afuk pada almarhum istri dan kedua anak laki-lakinya. Koh Afuk yang bukan ayah sempurna, tapi tetap akan melakukan yang terbaik buat keluarganya.

Erwin? Entahlah..
Sejujurnya buat Eyang justru Erwin yang paling kurang di sini. Maap ya, Nest.

Beberapa scene yang menarik:
Yohan dkk main judi, karyawan-karyawan Koh Afuk yang ulahnya ajaib, satpam kepo yang misahin Erwin-Yohan berantem, Yohan-Ayu ribut sama sopir taksi, dan banyak lagi.

Buat penggemar Quentin Tarantino, ada beberapa hal yang sepertinya diniatkan sebagai homage di film ini. Eyang sih bisa nemu beberapa. Kalau kalian gimana? Kalau nemu, laporin ke Eyang ya..

Berdurasi hampir dua jam, konflik di Cek Toko Sebelah ditutup dengan konklusi manis, pas, dan menyenangkan. Film ini adalah tontonan penuh tawa dan meninggalkan rasa hangat di dalam hati. Dibandingkan sama Ngenest, Cek Toko Sebelah jelas pencapaian yang beberapa tingkat lebih bagus.

“Bagus nggak?”
“Bagus.”
“Recommended?”
“Yep.”
“Lucu?”
“Eyang dan temen nonton Eyang sih ketawa.”

Iya. Temen nonton Eyang ketawa mulu. Lebih sering dari Eyang malah. Beberapa kali Eyang mencuri pandang ke arahnya pas dia ketawa. Manis banget. Dan untuk kesekian kalinya, hati Eyang jatuh ke hatinya. Sepulang nonton, Eyang menggenggam erat tangannya sambil bernyanyi dalam hati, lagunya The Overtunes yang jadi soundtrack film ini.

Forever is a long time
But i keep my words that I say to you
Together we can go far
As long as you with me

Cause I will fall for you
No matter what they say
I still love you
I still love you

*

screen-shot-2016-12-29-at-11-32-02-am

Advertisements

9 Comments Add yours

  1. radhian says:

    Di awal sih bagus banget reviewnya. Dari bahasa yang sederhana sampe bahasa yang komplex. Eh malah ujung-ujungnya curhat si bangke ! :)))))

    Ku belum nongton euy! Nanti deh kalo lagi nongton ku sesuaikan. Apakah temen nonton ku sama dengan temen nontonmu durasi ketawanya? Hahahahah

    Like

  2. Yuay says:

    Jd teman nonton Eyang boleh tau namanya?

    Like

    1. cenayangfilm says:

      Mbah aja ga tau…eyang emang suka gonta ganti

      Like

  3. Passaddhi says:

    Cieeee Eyang ciyeeeeeeeeee

    Liked by 1 person

  4. izzatyzone says:

    Tancap gas deh pekan ini nonton aku. Ikut kata eyang pokoknya, kalo bagus tonton, kalo engga duitnya buat beli nasi kucing ajah..

    Like

  5. Luke says:

    temannya eyang cowo apa cewe?

    Like

  6. Je Artofa says:

    Mau tanya, ini ada subtitle english-nya gak ya di bioskop?

    Like

  7. Samhud says:

    Gue ga suka Ernest yg tengil, tapi gara2 review Eyang binal gue jadi gatal pengen nonton.. #pelique

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s