La La Land

Musik. Cinta. Mimpi.

Eyang sebenernya nggak terlalu suka film musikal, dan Eyang nggak paham musik jazz. Tapi karena diminta menulis review, mau nggak mau Eyang mesti berkompromi sedikit. Menontonnya, dan menulis review yang auranya (semoga) positif, dan setidaknya membuat orang penasaran nonton film yang hebohnya hampir mengalahkan twitwar Pilgub DKI ini.

Langsung sinopsis aja ya.

lalaland_hero

Sebastian (Ryan Gosling) adalah pianis miskin dengan cita-cita besar namun sederhana: memiliki klab jazz yang hanya memainkan ‘jazz beneran’. Jangan tanya Eyang apa itu ‘jazz beneran’. Karena eyang beneran nggak paham. Bukan jenis musiknya Eyang soalnya. Tapi di film ini nanti akan muncul dialog-dialog tentang sejarah singkat jazz, kemunculan hingga keterpurukannya, dan cita-cita Sebastian yang kurang lebih sama dengan tagline kampanye Donald Trump. Make Jazz Great Again.

Di siang yang panas dan macet di atas flyover salah satu sudut Los Angeles, Sebastian untuk pertama kalinya bertemu Mia (Emma Stone), pegawai coffee shop yang punya impian jadi aktris. Pertemuan pertama mereka hanya meninggalkan kesan buruk. Dan bertambah buruk karena nggak lama kemudian Sebastian dipecat dari pekerjaannya, dan Mia gagal di audisinya.

Di sini drama kemudian dimulai. Dua manusia gagal yang nggak pernah lelah ini kembali bertemu, berkenalan, menari-nari dan bernyanyi di jalanan kecil di atas hamparan malamnya Los Angeles, saling jatuh cinta, berbagi mimpi, berjanji saling mendukung, sampai akhirnya.. silakan tonton sendiri.
lala-land
La La Land adalah film penuh gambar cantik, lagu manis, dan dibungkus dengan cerita cinta klasik yang pasti bisa dialami siapa saja. Ryan Gosling dan Emma Stone sama-sama tampil dengan performa maksimal. Departemen artistik dan sinematografi juga bekerja sangat pol-polan di sini. Nggak ada gambar jelek. Beneran. Hampir semua shot di La La Land bisa dicapture dan di-mention ke @OnePerfectShot. Damien Chazelle menulis dan menyutradarai La La Land dengan baik. Sama seperti yang dilakukannya saat mengarahkan Whiplash (2013).

Bagi beberapa orang, La La Land pasti terasa sangat personal. Sekali lagi, drama dalam La La Land adalah kisah yang bisa dialami siapa saja. Minus menari-nari dan menyanyi-nyanyi tentu saja. Teman nonton Eyang bilang. La La Land adalah film baper netizen awal 2017. La La Land memberi tahu kita tentang satu hal; bagaimana rasanya meninggalkan atau ditinggalkan saat sedang sayang-sayangnya.

la-la-land-ryan-gosling-emma-stone
La La Land agak menyedihkan kalau ditonton sendirian.  Jadi sebaiknya cari temen buat nonton. Kalau nggak ada, kalian bisa mengikuti caranya Mbah Cen: modusin follower. Pasti ada yang mau tuh!

Dan untungnya semalam Eyang nggak nonton sendirian. Tapi sama dia. Temen Eyang. Cowok juga.

*

“Ini kan review  sekitar 300-an kata. Kalau review singkat buat netizen gimana?” tanya teman nonton Eyang saat membaca review ini.

Eyang diam sebentar, berpikir, tapi kemudian berbisik,

“La La Land biasa saja.”

*

Advertisements

10 Comments Add yours

  1. Rizka says:

    *Kemudian Netizen murka*

    Liked by 1 person

  2. izzatyzone says:

    yaaaaahhh eyang, kok “biasa aja”? padahal ku mau nontooon malem ini
    *nontonnya kan kalo eyang udah review pasti

    Liked by 1 person

  3. Sandstorm says:

    Mungkin hati eyang udah baal

    Liked by 1 person

  4. Hahaha Sialan! Sebuah akhir review yang indah!

    Liked by 1 person

  5. teyosss says:

    Hahahaha 😂😂😂😂
    Jorogin eyang

    Liked by 1 person

  6. Rheza says:

    kenapa ga diceritain penyebab mereka pisah ya?
    bad ending, tp kadang hidup memang selucu itu

    Liked by 1 person

    1. cenayangfilm says:

      Karena ga semuanya harus dijelasin kayaknya

      Liked by 1 person

  7. movierating says:

    Jelek … Terlalu klise dan to much jogging hmm joged sih .. Tapi lumayan juga untuk jaman dimana ga ada film bergenre ini di jaman sekarang … Jangan nonton sendiri terutama cowok karena bisa ketiduran di bioskop

    Liked by 1 person

  8. elafiq says:

    belum nonton La La Land,
    walaupun menurut Eyang film ini biasa-biasa saja, kesuksesan film Whiplash bikin saya penesaran pengen nonton film ini.
    ada yang punya filenya? ngopi dong #eh

    Like

  9. Heena Park says:

    yap bener…
    biasa aja…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s