Danur 

Teman tapi kasat mata

Selamat siang, cucu-cucu Opung tersayang. Apa kabar kalian semua rupanya? Baik-baik ya. Jangan nakal, makan yang kuat supaya lekas besar! Jangan lupa juga konsumsi narkoba belang yang bungkus merah. Biar cucu gembira terus ya? Iya.

Hari ini mau ceritanya Opung soal filem yang kemarin Opung tonton. Hari Rabunya itu, bukan hari Kamis. Seram Opung nonton filem horor di malam Jumat. Takut Opung.

Filem yang Opung tonton judulnya Danur. Bukan, bukan daun yang suka dipakainya untuk kawinan. Danur di sini, rupanya bau mayit artinya, cucu Opung. Seram sekali ya? Iya. Dan menurut akun twitter @BookMyShowID


Sesungguhnya tidak tahu menahunya Opung soal cerita Danur ini. Opung hanya tahu “seram”. Baru sekitar 10 menit sebelum masuk studio diberitahunya Opung kalau cerita film ini diangkat dari buku cerita seram yang ditulis oleh Risa Sarasvati.

Siapa si orang Risa ini?

Opung juga tidak tahu.

Salah satu teman menonton Opung dengan sabar menceritakan kalau Risa Sarasvati ini seorang pemusiknya dia, dan penulis buku seram yang berdasarkan cerita-cerita hidupnya.

Opung percaya saja.


Filem dibuka dengan pemunculan Nak Prilly yang cantik, sedang bermain pianonya dia sambil menangis. Sempat mengiranya Opung kalau jarinya terjepit tutup piano, makanya menangisnya dia. Tetapi kelihatannya salahnya perkiraan Opung.

Ternyata filem ini baru mulai dari cerita masa kecil Prilly, di filem ini dia bermain sebagai Risa. Seorang gadis kecil yang kesepian, tidak punya kawannya dia.

Sejak kecil tinggalnya dia di rumah opungnya. Bapaknya selalu dinas, dan hanya pulang enam bulan sekali. Mamaknya sibuk sekalinya dia, pergi pagi pulang malam. Dalam kondisi hamil pula. Seram juga Opung melihatnya.

Belum lagi rumah sang Opung, seperti labirinnya itu, masuk dari kamar mana keluar ada di ruangan mana.

Bah!

Pantas saja kesepiannya anak ini, sampai bisa lihat setannya dia!

Pada ulang tahunnnya ke-8, Risa kecil membuat permintaan, ingin punya kawannya dia, supaya tidak sendiriannya lagi dia. Secara instan terkabulnya permintaan itu, cucu!

Opung kagum!

Dapatnya kawan si orang Risa ini. Tidak satu, tidak dua, tapi TIGA sekaligus! Luar biasa!


Kalau saat ulang tahunnya Opung, lalu membuatnya permintaan dapat uang, kira-kira terkabulnya tiga kali lipat juga tidak ya, cucu? Kan senangnya Opung nanti. Bisa belinya ulos bagus-bagus ya? Tidak mau kalahnya Opung tampil menawan seperti Bang Sean Connery dan Kak Julie Andrews.

Oh iya, Opung sedang menulis review.

Tentu saja teman-teman baru si orang Risa ini tidak seperti yang terlihat. Mereka bahkan tidak terlihatnya oleh orang-orang selain Risa. Tidak benarnya ini!

Kemudian ibu Risa pun memanggilnya itu orang pintar. Opung tidak tahu orang ini sebetulnya pintar dalam bidang apa, karena setiap munculnya orang ini, dia selalu mengangkat-angkatnya tasbih dan memejamkan mata.

Mungkin dulunya dia seorang atlit angkat besi.

Dari orang pintar ini, diketahuinya kalau Risa bisa melihat mereka yang tak seharusnya terlihat. Ditutupnya kemampuan itu oleh sang orang pintar.

Betul juga caranya ya? Tidak herannya Opung kalau dia disebutnya orang pintar. Cerdasnya dia.

Ketika sudah dewasa, kembalinya Risa ke rumah Opungnya itu.

!!!!!!

BAH!

Kenapa pula kembalinya dia ke rumah itu? Mencari gara-garanya dia!

Ditambah pula ada perawat misterius yang seram kali! Ngerinya pun Opung setiap melihat dia! Luar biasa itu si Butet yang jadi, siapa namanya ya? Ada Daneesh-Daneesh-nya begitu. Opung lupa. Maklum, sudah usia.


Seperti yang sudah diduganya, pasti ada hal-hal tidak betul terjadi ketika Risa kembali ke rumah Opungnya. Nah dari sini filem terasa …….

…… ya demikianlah. Cucu nonton saja sendiri ya! Terutama untuk cucu-cucu Opung yang suka filem horor, seperti Insidious. Atau mungkin sukanya cucu dengan filem seram dengan lagu ceria seperti Conjuring. Boleh lah nontonnya filem Danur ini.

Sampai sekarang Opung masih heran, macam mana itu orang tua meninggalkan anak sendirian di dalam rumah yang besar sekali, seperti punyanya kode pos sendiri dia.

Sudah begitu, kawannya hanya dua orang asisten. Yang satu sepertinya menyapu terus, yang satu membersihkan kolam terus.

Sudahlah, cucu nonton saja. Kalaupun tidak suka nantinya, setidaknya cucu bisa ndusel-ndusel sama teman nonton. Kalau ada teman nontonnya ya.

Ah, tapi kelihatannya akan ada saja yang menemani nonton kalau filem horor ya. Mungkin di sebelah dan bisa dipeluk-peluknya, atau di row kosong yang di belakang cucu dan hobi colek-coleknya dia.

Seperti ketika Opung dan kawan-kawan Opung menonton kemarin. Dicolek dia sama “penonton” yang tak kelihatan. Untung baru ngasih tau dicoleknya setelah sudah jauh dari bioskop. Bisa gila Opung bayangin ada “penonton” yang tak kelihatan di belakang Opung.

By Opung Beruang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s