The Mummy

Jadi banyak yang mengira kalo The Mummy yang dibintangi Tom Cruise ini adalah lanjutan dari The Mummy Brendan Frasier…atau masih ada hubungannya dengan film yang dulu. Dan yang mengira seperti ini biasanya akan kecewa dengan The Mummy yang sekarang.

Wajar.

Kebanyakan akan merasa kaget dan bingung pas nontonnya. Atau di kasus mbah….. ketiduran di awal film. Bisa dibilang ini film ya ga jelek dan ga bagus amat. Dan karena yang main itu si Tom Cruise, yang entah kenapa memiliki latar belakang yang sama kayak karakter dia di film-film sebelumnya, jadinya ya rasanya kayak nonton Mission Imposible atau Jack Reacher. Mungkin karena yang main Tom Cruise jadi nih film berasa ndak istimewa ya.

Tapi ya The Mummy ini bukan film yang jelek banget juga. Masih bisa dinikmatin kok. Ada jokenya yang oke juga. Ada juga yang maksa. Jadi ini film……biasa aja, dan harusnya ga keluar pas summer movie kayaknya.

Dan juga ini bukan film horor. Jadi ya ga serem lah. Seru-seruan ala thriller aja gitu. Walau bagian serunya juga ga banyak

The Mummy kali ini ga ada hubungan sama sekali sih ama yang dulu. Memang buku Amun-Ra dari film yang dulu sempet nongol, tapi ya cuma sekejap dan kayak sebagai penghormatan aja buat film terdahulu.

The Mummy ini sebagai pembuka dari Dark Universe, alias film-film bertema sejenis, seperti Dr. Frankenstein, Jekyll and Hyde, Invisible man dan lain-lain. Dengan syarat film pertamanya ini laku dan disukai penonton. Kalo ga laku mungkin studio akan ragu untuk nerusin. Agak ketar ketir juga kalo pihak studio ngambek terus ga nerusin Dark Universe ini. Soalnya idenya menarik, semacam The League of Extraordinary Gentlemen.

Menarik ya. Sama kayak Monster Universe, udah ada Godzilla dan King Kong. Tinggal nunggu film-film monster berikutnya.

Kudu nonton atau ngga?

Nonton. Jika emang pengen Dark Universe terus ada. HAHAHAHAH… ya mau gimana lagi. Kalo First Avenger dari Dark Universe ini ga laku kan gawat….

Jangan nonton, jika masih belum bisa move on dari The Mummy yang dulu. Apalagi jika kalian penggemar berat The Mummy terdahulu. Bisa sering-sering ngebandingin aja terus-terusan. Kayak maksa jadian ama yang baru tapi pikiran masih kangen ama mantan. Kasian lah dibanding-bandingin mulu. Sama kayak Moyes ke Ferguson. Wenger ke…… Wenger zaman juara.

Ga ada scene after credit, alasan mereka sama dengan film-film DC yaitu “Extra credit itu bagiannya Marvel”

Advertisements

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: