Spider-Man: Homecoming

Setelah dibuat emo dan galau serta penuh cinta-cintaan di Amazing Spider-Man 1 dan 2, Spidey dibuat kembali ke fitrahnya. Jadi bocah umur 14 tahun yang baru puber, yang geek, yang ga populer, yang ga emo, dan punya bibi yang rupawan dan disukai pria-pria di sekitar mereka. Ada satu scene yang emang Bibi May nya cantik parah, pake kacamata pula.

Durasi 133 menit, tapi ga berasa lama, dan durasi segini karena mereka mulai lagi memperkenalkan Spidey yang baru ini. Tapi perkenalannya ga diulang lagi dari Peter digigit laba-laba, cuma mulai dari dia masih gagap aja make kekuatannya dan bajunya yang canggih itu. Dan yang paling untung, Uncle Ben ga perlu meninggal lagi. Bedanya dengan film Batman yang selalu masukin adegan meninggal orang tua si Bruce Wayne, jadi ya bayangin aja kalo Uncle Ben muncul lagi. Yang jadi aktornya dah tau gitu bakal cuma muncul sebentar, kan kasian, “saya main untuk meninggal”

Untuk cerita jauh lebih menghibur daripada Amazing Spider-Man 1 dan 2 yang isinya cecintaan terus, dan jauh lebih oke dari Spider-Man 3 yang Peternya jadi polem dan emo. Dan ceritanya lebih bisa dinikmatin lagi kalo kalian ga nonton trailernya sama sekali. Karena banyak adegan yang “WOW” muncul di trailer ternyata, untung nonton trailernya pas udah kelar nonton filmnya. Dan ada adegan yang di trailer ada tapi di film ga ada. Pokoknya besok-besok kalo ada film yang emang pengen ditonton, cukup nonton teaser trailernya. Pace sempet aga datar di tengah, tapi untungnya ga kepanjangan jadi ga ngebosenin.

Ada banyak easter egg yang kalo ngikutin komiknya bakal ngomong “loh ini kan si ini”, “loh itu kan si itu”, “nah yang ini bakal jadi si itu”, petunjuknya dari nama atau baju (yang biasa dipake di komik). Yang mungkin disiapkan untuk film-film Spider-Man selanjutnya. Dan di film ini juga banyak banget penampakan wajah Asia. Hampir di setiap scene, ada orang Asia yang muncul, mungkin sutradaranya pengen nunjukin di New York isinya berbagai macam etnis. Bahkan ada satu yang mirip Denny Sumargo. Ternyata bukan.

Michael Keaton lebih intimidatif pas lagi ga jadi Vulture. Emang ga dapet banyak pengembangan karakter sih dia, mungkin karena emang fokusnya ke Spider-Man yang baru ini. Jadi Vulture dan anak buahnya nampak keliatan sebagai tempelan. Tapi ada satu scene yang nunjukin akting Michael Keaton yang ciamik. Tom Holland, cocok jadi Peter yang lugu dan dikit-dikit ngelawan orang tua, macam alay sekarang. Proposi badannya juga pas, kurus tapi sixpack. Marisa Tomei sebagai Aunt May sebenernya ga dapet banyak scene, tapi ya tiap muncul bikin tahan napas, plus kapan lagi liat Aunt May ngomong “WTF”. Temen-temennya Peter dan tokoh-tokoh lain juga yang nampak kayak ga berguna tapi ternyata bagian penting dari cerita. Tony Stark yang banyak muncul di trailer ternyata ga banyak-banyak amat scenenya di sini.

DEjr-JpVwAErrLt.jpg

Nonton apa ngga ya? Nonton, karena film Spidey ini ada hubungan dengan film MCU selanjutnya, di film ini juga timelinenya seiringan dengan Avengers dan Civil War. Dan ini juga film Spidey yang bagus lagi kayak zaman Spider-Man 2 dulu.

Jangan nonton jika…..mbah ga nemu alasan kenapa ga nonton film ini sih. Kecuali emang ga suka film superhero.

Tom Holland bukan Tobey Mcguire ataupun Andre Garfield. Mereka adalah Peter Parker bagi generasinya masing-masing. Dan treatment filmnya beda-beda. Untuk yang Homecoming ini, Peter Parker yang lugu.

Ada dua scene tambahan, satu di tengah credit, satu lagi di akhir.

marisa-tomei.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: