Filosofi Kopi 2: Brie dan Tarra

Setelah minggu kemarin dihebohin sama Presiden mendadak mampir ngopi di Cipete, Eyang diberi kesempatan nonton Filosofi Kopi 2 duluan. Lebih dulu dari kalian-kalian. Tumben-tumbenan diundang premier lagi yak.

Didasari cita-cita dan keteguhannya, Tarra (Luna Maya) menanam investasi gila-gilaan untuk kedai kopi di bilangan Melawai Jakarta Selatan yang sudah tutup dan nyaris menjadi mitos: Filosofi Kopi. Reopening Filkop kali ini kemudian diperkuat oleh Brie (Nadine Alexandra), barista geek yang baru pulang dari Melbourne.

Ambisi Tarra nggak cukup di sini. Filkop bahkan membuka satu cabang lagi di kota lain. Dengan penampakan kedai berbeda, tapi tetap dengan konsep yang sama, dan tetap didukung coffee beans lokal yang sama bagusnya.

Semua berjalan lancar? Oh tentu saja enggak. Cewek. Dengan beberapa keribetannya membuat ini semua jadi nggak mudah.

Tarra hanya mengerti bisnis, Brie sangat text book dan disiplin.

Tarra tipe cewek mandiri yang sanggup membuat beberapa cowok terindimidasi karena kepintaran dan ketegasannya. Zodiaknya mungkin Aquarius.

Brie tipe cewek keras kepala, susah dibilangin, tapi kadang manja dan bikin cowok yang ngeliat jadi langsung pengen mengayomi. Zodiaknya kayaknya Aries.

Menonton Filkop 2 buat Eyang terasa kayak menyesap secangkir kopi tubruk Flores. Menghadirkan sensasi spicy, herbal, floral, dan sangat laki-laki.

Lah Emang Eyang paham kopi? Nggak sih. Itu katanya temen nonton Eyang semalam. Filkop 2 nggak bicara menye-menye tentang cinta doang. Bukan dengan quote-quote manis yang bikin kalian pulang dengan berbunga-bunga. Filkop 2 romantis dalam tingkatan yang lain. Jauh lebih dewasa dari film sebelumnya. Masalah lebih kompleks, namun tetap nggak berasa berat.

Dalam istilah lain, baik penikmat kopi sachetan maupun kopi beneran tetap bisa menikmati Filkop 2 dengan sama baiknya. Dan nggak hanya berkutat di Jakarta, Filkop 2 kali ini membawa penikmat kopi berkeliling mulai Bromo, Bali, Jogja, Makassar, hingga Toraja.

Filkop 2 juga dipenuhi soundtrack manis dari band-band indie yang biasanya jadi idola cewek-cewek kayak Brie yang biasanya banyak ditemui di kedai kopi Jakarta Selatan. Pasti menyenangkan kalau mendengar lagu-lagu di film ini sambil ngopi pagi atau sore, ditemani cewek semanis Brie.

Eyang memang selalu lemah dengan yang kayak Brie. Kalau Mbah mungkin sukanya dengan yang kayak Tarra.

Oh iya, di antara pahitnya kopi dan manisnya Brie & Tarra, ada 2 cowok ganteng macho yang di film ini akan nunjukin apa itu kekompakan, persahabatan, prioritas, hingga pelajaran tentang cita-cita dan cinta.

Namanya Ben & Jody.

*Eyang Langit

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: