Ayat-ayat Cinta 2

“Nikahi Aku, Fahri.”

Film Ayat-ayat Cinta 1 dirilis 9 tahun lalu. Kata Mbah Cen, di jaman itu Ve baru masuk SMA, Yupi masih 10 tahun, dan Eve masih balita. CR7 gagal nendang penalti di final Liga Champion, tapi batal jadi pecundang karena John Terry kepleset, dan Anelka ikutan gagal. Sedih.

AAC2 adalah sekuel langsung dari AAC1. Tentang Fahri yang taat, baik hati, bijak, dermawan, pemaaf, pinter, dan tentu saja ganteng. Sempurna.

Kalau di AAC1 dia direbutin sama cewe-cewe, di film ini agak beda. Cewe-cewe yang pada ngerebutin dia.

Kalau di AAC1 dia kalut antara pilihan kawin atau enggak, kali ini juga agak beda. Fahri bingung antara mau enggak atau mau kawin.

Fahri di AAC2 adalah Fahri yang kehilangan Aisha, istrinya. Tinggal di Edinburgh, Skoltlandia. Fahri adalah dosen idola mahasiswi, pengusaha minimarket idola karyawati, dan tinggal bersama asistennya, – mantan preman jalanan asal Turki yang diperanin sama Pandji.

Fahri tinggal di lingkungan bertetangga yang beragam. Ada nenek yahudi, pengacara cewek yang hobi mabuk-mabukan, mantan tentara Israel yang durhaka sama ibunya, hingga pemain biola cantik tapi tengil yang setengah mati membenci Fahri. Namanya Kiera. Kerjaannya sepanjang film marah-marah, sesekali main biola, dan kadang mencoret-coret mobil Fahri dengan kata-kata seperti ‘DEVILS’, ‘MONSTERS’, ‘BOEDOET’, hingga ‘YNWA’.

Dua yang terakhir boong.

Hidup Fahri yang hampa (mungkin karena ke mana-mana cuma ditemenin Pandji) akhirnya mulai berwarna sejak hadirnya Hulya, mahasiswi cantik yang menyusup masuk ke kelas, dan menginterupsi perkuliahan. Hulya mulai sering main ke rumah Fahri. Keduanya perlahan sama-sama jatuh cinta. Sampai akhirnya Fahri dilanda kegalauan. Akan tetap menunggu Aisha kembali, atau membuka hatinya untuk kemudian menikahi Hulya.

Di sela-sela kegalauan menentukan sikap, Fahri melakukan kebaikan-kebaikan ini:

1. Memberi pekerjaan kepada Sabina, perempuan gelandangan bermuka rusak

2. Membantu menyelesaikan masalah hutang nenek yahudi

3. Menyelamatkan Kiera dari sindikat perdagangan gelap wanita

4. Memaafkan bocah yang tertangkap mencuri di mini market miliknya

dst. masih banyak lho.

The Flash season 2 mengakhiri konflik vs Zoom dengan lomba lari. Di AAC2, Fahri mengakhiri konflik berantem di depan kafe dengan.. lomba debat. Kalau ngerasa aneh dengan kalimat di atas, bayangin kalau kalian menontonnya.

“Bangsat lo ya!”

“Yuk kita lomba debat.”

“Yuk.”

Dialognya nggak gitu sih. Tapi maksudnya kira-kira sama.

AAC2 ditutup dengan sangat gila. GILA dengan kapital malah.

Ending yang bisa membuat Castor Troy hidup lagi, lalu kembali berubah menjadi Sean Archer. Adegan yang menbuat film drama menjadi film science fiction tingkat tinggi. Eyang sempat mengumpat di scene ini, tapi mulut Eyang langsung ditutup sama temen nonton semalem. Nutupnya pake tangan, bukan pake bibir.

Kesimpulan: Perlu ditonton atau enggak?

Tontonlah. Setidaknya biar tahu bahwa film yang bikin ngamuk itu ada.

***

12 Comments Add yours

  1. dikallagher says:

    jadi ayat ayat cinta itu genrenya harem religi ya mbah?

    Liked by 1 person

  2. Azim says:

    Buang buang waktu baca review ini, nyesel, gajelas, ga ngebantu

    Like

    1. ipal says:

      review yang bagus ya begini, kalau semuanya jelas lu nggak perlu nonton filmnya lagi lah.

      Liked by 1 person

  3. R. Akbar Lazuardi says:

    Mantap… mnarik review nya.

    Like

  4. yusrizal says:

    Saya juga nonton ini karena nemenin istri tercinta 🙂
    Dan selama film ini, saya nahan2 kentut,
    terus pas ending pamungkasnya yang luar biasa itu,
    udah bukan kentut lagi,
    perut mules,

    ….mencret.

    Selesai mencret, saya bilang ke istri, “I love you no matter what, dear” :3

    Liked by 1 person

  5. Greenland says:

    Nemenin ibu buat nonton AAC2
    Abis nonton apalagi pas mendekati ending udah pasrah aj.
    Mending nonton kdrama sisan rek.

    Like

  6. Avant Garde says:

    endingnya aneh haha

    Like

  7. potrehkoneng says:

    (((Setidaknya biar tahu bahwa film yang bikin ngamuk itu ada.)))

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s